Sabtu, 30 Juni 2018

Peralatan Seevis Handphone


Di postingan kali ini saya membahas tentang peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan dan pengecekan handphone, peralatannya adalah sebagai berikut:


A. Obeng Khusus
             Bentuk dan ukuran kepala baut pada ponsel berbeda dengan bentuk baut biasa. Karena itu, untuk melepas atau mengencangkanbaut ponsel dibutuhkan obeng khusus. Sepaket obeng khusus terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran mata (ujung) obeng. 

B. Pinset atau penjepit.

            Pinset digunakan untuk mengungkit, menjepit, mencabut ataupun memasang komponen ponsel yang berukuran kecil (micro).

C. BGA (Ball Grid Array) Plat.

            Alat ini digunakan untuk mencetak kaki-kaki IC yang telah rusak. Bahan yang digunakan untuk mencetak kaki-kaki yang rusak adalah timah cair.

D. Tool-set ”siemens”.
            Berbeda dengan pabrikan ponsel lainnya, bentuk baut dan klip casing ponsel pabrikan siemens hanya dapat dibuka menggunakan tool-kit siemens. Sebagai catatan pada jenis ponsel siemens keluaran terbaru sudah tidak membutuhkan toolset siemens lagi.

E. Lampu Duduk dan Lup.

            Lampu duduk diperlukan untuk memberi penerangan sa’at pengecekan atau perbaikan ponsel, selain itu untuk memudahkan pemasangan komponen-komponen ponel yang berukuran kecil dibutuhkan lupatau kaca pembesar. Untuk kebutuhan para teknisa, sa’at ini sudah tersedia beberapa jenis lampu duduk yang dilengkapi dengan kaca pembesar.

F. Multimeter.

            Multimeter  atau multitester atau AVO meter digunakan untuk mengukur tegangan, arus, dan hambatan listrik. Multimeter terdapat dua macam yaitu multimeter digital dan analog. Perbeda’an keduanya terdapat pada tampilan nilai yang terukur. Pada multimeter digital, besaran atau nilai terukur ditunjukan olek LCD (liquid crystal device), sedangkan pada multimeter analog ditunjukkan oleh jarum. Pada service ponsel, multimeter digunakan untuk mendeteksi kondisi rangkaian dan komponen” ponsel, apakah normal atau tidak. Pengecekan seperti ini perlu dilakukan untuk mengetahui letak kerusakan (hardware) ponsel. Dengan kata lain, kita sudah mengetahui secara pasti letak kerusakannya sebelum mengganti dengan komponen yang baru.

G. Solder Uap (Heat Blower)

            Solder uap digunakan untuk melelhkan timah solder pada kaki-kaki komponen  agar proses pergantian komponen ponsel (khususnya IC) menjadi lebih mudah, selain itu, solder uap dapat digunakan untuk membersihkan sisa timah yang menutupi lubang kaki-kaki komponen. Sara mengangkat komponen dengan cara menghembuskan udara panas yang keluar dari solder uap pada bagian kaki-kaki komponen yang akan dilepas. Kemudian dari arah yang berbeda, komponen digerak”kan secara berlahan menggunakan pinset agar mudah dilepas, setelah komponen diangkat, bersihkan sisa timah yang menutupi lubang kaki komponen menggunakan ujung pinset. Proser tersebut dinamakan “prosees blow”.

H. Solder Elemen (filamen)

            Berfungsi menyolder kaki-kaki komponen, energi panas solder elemen (filamen) diperileh dari liistrik yang mengakibatkan filamen pemanas membara sehingga ujung metal solder dapat melunakkantimah patrian.

I. Mobile Phone Test Box atau Penjepit PCB.


            Alat ini digunakan untuk menjepit PCB ponsel sehingga pengecekan dan perbaikan PCB lebih mudah dilakukan. Pengecekan dan perbaikan tersebut untuk mengetahui apakah jalur” dan komponen ponsel dapat bekerja dengan benar. Setelah hasil pengecekan sempurna, PCB dapat dipasang kembali pada bodi ponsel.

J. Power Supply Tester

            Alat ini berfungsi sebagai Penggantai catu dayaponsel (baterai) yang dapat diatur sesuai kebutuhan tegangan operasional ponsel menghasilkan tegangan searah guna berbagai pengujian pada ponsel.

K. Tornado Box

            Alat ini digunakan untuk memperbaiki kerusakan software. Tornado box dapat digunakan setelah dilakukan penginstalan software UFSx Tornado pada PC. Keruskan software yang dapat diatasi menggunakan software tornado antara lain ponsel pabrikan motorola, sony ericsson, samsung, dan Nokia (versi DCT3, DCT4, dan DCTL).

L. Kabel Data


            Kabel data merupakan alat penghubung antara PC dan ponsel yang digunakan untuk keperluan perbaikan software ponsel dan aplikasi download fitur seperti ringtone, wallpaper, atau sejenisnya.

M. Kabel Flash

            Serupa dengan kabel data, hanya saja kabel flash kompatibel dengan peralatan flasher, seperti tornado box, griffi box, atau phoenix black box.

N. Frequency Counter

            Alat INI untuk mendeteksi besaran frekuensi terutama kerusakan pada sinyal RF (radio frekuensi) yaitu bagian penerima dan pembangkitan frekuensi pada semua jenis ponsel.  

sekian postingan saya tentang peralatan service handphone, semoga dapat bermanfa'at buat para pembaca semua.

Spektrum gelombang radio dan sejarah penemuan handphone

Spektrum gelombang radio dan sejarah penemuan handphone






         Handphone ini awalnya diperkenalkan pd tahun 1980-an. Sa’at ini, ponsel sudah menjadi pelengkap kehidupan sehari-hari. Banyak orang diberbagai pelosok di tanah air baik didesa maupun dikota. Sering orang memamerkan handphonenya apabila sedang tidak digunakan, bisa diselipkan dipinggang atau dipegang ditangan bahkan hanya dipegang-pegang saja. Sa’at ini harganya sangat terjangkau bagi siapa saja yg ingin memilikinya.
        Sejarah ponsel maupun peralatan telekomunikasi wireless lainnya merupakan hasil dari eksperimen yang dilakukan oleh dua ilmuan, sebut saja james clerk maxwell (1837-1879) dan Heinrich rudolf hertz (1857-1894). Maxwell adalah seorang fisikawan skotlandia. Ia berhasil merumuskan persama’an matematis tentang gelombang elektromagnetik yang dikenal dengan persama’an maxwell. Salah satunya menyatakan sebuah fenomena bahwa kecepatan radiasi gelombang listrik dan magnet sama dengan kecepatan cahaya ( sebesar 3 x 10 meter per detik ) dg perambatan gelombang listrik dan magnet nyaris terjadi diberbagai medium, termasuk diruang hampa udara sekalipun. Sementara itu hertz ( fisikawan jerman ), dalam kesempatan yang berbeda, melengkapi hasil perhitungan Maxwell dan ia mengungkapkan dengan eksperimen bahwa medan listrik dapat ditransmisikan melalui gelombang electromagnet (gelombang radio) dg kecepatan transmisi yang setara dg kecepatan cahaya. Atas jerih payah hertz, namanya diabadikan sebagai satuan frekuensi atau getaran perdetik gelombang (Hertz = Hz)
         Karakteristik gelombang dapat dipecah” berdasarkan panjang gelombang spectrumnya, dr panjang gelombang terbesar sampai terkecil, yaitu gelombang radio, mikro, infra merah, cahaya atau sinar tanpak, sinar ultra violet, sinar x, dan sinar gamma. Secara khusus, frekuensi gelombang radio dari range 3 Hz-300 Hz dg sebaran panjang gelombang dr 100.000 kilometer sampai 1 milimeter. Gelombang ini kemudian dipecah-pecah hingga menjadi ribuan kanal dan digunakan secara internasional untuk berbagai kepentingan dibawah pengawasan “internasional telecommunication union” , salah stu kanal tersebut adalah Ultra High Frequency (UHF) dengan range terbentang antara 300-3000 Mhz, kanal UHF inilah yang digunakan oleh stasiun televise dan operator (provider) ponsel sebagai transreceiver (mengirim dan menerima) sinyal gelombang radio. Frekuensi 2.400Mhz dialokasikan untuk kepentingan industri, ilmu pengetahuan, dan ilmu kedokteran (industrial, scientific and medical)

Perkembangan Telepon Seluler Generasi Pertama

Telephone Seluler ( HP ) Generasi Pertama

              Generasi pertama dimulai pada akhir tahun1970-an di amerika serikat ( di Eropa
pada awal tahun 1980-an). Perangkat wireles yang digunakan pada sa’at itu adalah Advanced Mobile Phone Service (AMPS) dan di lounching pertama kali di new jersey dan chicago pada tahun 1978. AMPS merupakan system telephone wirelless analog yang cukup sukses di amerika. AMPS berhasil memberikan pelayanan telepon bergerak yang dapat menjangkau  sebagian besar daratan amerika serikat. Namun AMPS memiliki banyak kelemahan, antara lain sebagai berikut:

1 Mobilitas pengguna sangat terbatas karena kemampuan penerima’an masih tergantung wilayah yang tidak begitu luas yang menyebabkan pembicara’an akan terputus apabila pengguna berada diluar jangkauan area.
2. Efisiensi yang sangat kecil karena keterbatasan kapasitas spectrum yang menyebabkan sedikit pengguna yang dapat berbicara dalam waktu bersama’an.
3. Sistem ini tidak dapat dioptimasi lebih lanjut karena keterbatasan kemampuan kompresi dan coding.
4. Sistem ini mempergunakan perangkat dan peralatan yang berat dan tidak peraktis serta masih sangat mahal untuk ukuran waktu itu.
       
           Generasi pertama telepon wirwlless di kawasan eropa ditandai dengan diluncurkannya 9 standar sistem analog pada awal tahun 1980-an, diantaranya Nordic Mobile Telephony (NMT) di skandinivia, Total Access Comunications System (TACS) di inggris, dan C450 di jerman. NMT sa’at ini telah berkembang menjadi sebuah perusaha’an ponsel multi-international dengan nama Nokia. Sistem generasi pertama juga memiliki kelemahan lainnya, yaitu seluruh sistem yang telah ada (belum) tidak berinterkoneksi dengan sistem lainnya, akibatnya banyak standar jaringan yang muncul yang muncul menjadikan kemampuan jelajah dari setiap jaringan sangat terbatas.

Perkembangan Telepon Seluler Generasi Kedua

Telephone Seluler ( Ponsel ) Generasi Kedua
  

          Generasi kedua (2G) telepon wireless dipelopori oleh eropa untuk menciptakan standar bersama dalam satu system jaringan yang berlaku di seluruh kawasan Eropa, system baru harus mampu mengantisipasi mobilitas pengguna, melayani lebih banyak pengguna, serta dapat meng-cover penambahan baru. Otomatis, jarinagn baru tersebut tidak dapat menggunakan ponsel system analog (AMPS), sehingga perlu merombak danmenggantinya dengan system digital. Standar baru tersebut muncul dan diberi nama Global Standar For Mobile Communications (GSM).
         Pada sa’at ini telah terdapat empat system digital wireless 2G, antara lain GSM, CDMA, TDMA, dan PDC. Untuk menuju ke generasi ketiga (3G), system tersebut pada dasarnya tidak dibuang begitu saja, walaupun dengan pengembangan system baru bukan berarti pembangunan instruktur harus juga baru. Untuk mengatasi pengembangan 3G dengan pengembangan teknologi maksudnya, teknologi yang diterapkan untuk menuju 3G dari 2G adalah teknologi generasi dua setengah (2,5G), pada dasarnya ini adalah pengenalan teknologi paket data.

Perkembangan Telepon Seluler Generasi Ketiga

Telephone Seluler ( Ponsel ) Generasi Ketiga ( 3G )


         Generasi ketiga inilah yang sa’at ini sudah digunakan. Konsep perkembangan teknologi komunikasi tanpa kabel (nirkabel) tidak lagi bertumpu pada komunikasi suara, tetapi mengubah kebiasa’an lama, yaitu pemakai ponsel dibawa menuju era baru yang lebih mengandalkan pada pertukaran data jarak jauh dengan kecepatan tinggi, system komunikasi bergerak generasi ketiga (3G) lebih mengeksploitasi kemampuan multimedia. Termasuk pengiriman foto digital, akses video digital, penjelajahan internet tanpa kabel, dan tentu saja hubungan suara seperti biasanya.
         Selain pemain utama dalam bidang telekomunikasi bergerak seperti Nokia, Ericsson, Motorola, dll, raksasa yang bergerak dalam bidang computer seperti Microsoft tidak ketinggalan untuk mengembangkan piranti lunaknya, bahkan pada tahun 2008 microsoft telah menjalin kerjasama dengan ericsson untuk maksud tersebut.
         Untuk menunjang teknologi generasi ketiga , Microsoft mengeluarkan teknologi Bluetooth yang menjadi asset paling penting dalam pengembangan 3G. teknologi yang dikembangkan memungkinkan perangkat digital mobile, seperti ponsel, PC netbook atau PDA, kamera digital bias saling berkomunikasi melalui gelombang radio jarak dekat tanps memerlukan kabel penghubung. Generasi ketiga ini akan membuka peluang (pasar baru) layanan yang menggunakan pita frekuensi lebar (wide band), seperti citra bergerak , video berkecepatan penuh, dan pengambilan file berbentuk grafik. Dunia generasi ketiga akan penuh dengan kemungkinan massuknya teknologi baru yang tentu akan lebih mudah dipenuhi para pemain lama yang sudah lama meningkatkan kemampuan perangkatnya.

Perkembangan Telepon Seluler Generasi Keempat

Telephone Seluler ( Ponsel ) Generasi Keempat ( 4G )


          Generasi ini disebut juga Fourt Generation (4G). 4G merupakan sistem telepon seluler yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrstruktur yang mengintegrasikan teknologi wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dlll.
          Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan dimana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas utnuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir,4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, game on-line , dll. 
       Belakangan ini industri nirkabel mulai mengembangkan teknologi 4G, meskipun sebenarnya teknologi 4G ini seperti Long Term Evolution (LTE) hanya merupakan evolusi dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2, sehingga sulit untuk membedakan dengan jelas teknologi 3G dan 4 G. Salah satu teknolgoi 4G yaitu WiMax mobile standard telah diterima oleh ITU untuk ditambahkan pada IMT-2000, sehingga teknologi baru ini masih digolongkan ke dalam keluarga 3G. International Telecommunication Union (ITU) sedang mempelajari kemampuan mobile broadband yang disebut IMT-advanced yang disebut teknologi generasi keempat (4G). Diharapkan ITU segera melaksanakan penggunaan IMT-2000 (3G) dan IMT-Advanced (4G), konsekuensinya ITU harus menambah pita baik dibawah 1 GHz maupun diatas 2GHz.
demikian perkembangan teknologi ponsel yang saya ketahui,mari kita tunggu teknologi2 terbaru dari ponsel.semoga berguna bagi kehidupan kita semua.

EVOLUSI GSM

GSM ( Global System for Mobile communications)




EVOLUSI GSM
            Seperti pada teknologi 2G lainnya, teknologi GSM memiliki karakteristik yang dapat menangani suara secara efisien. Namun memiliki keterbatasan dalam kemampuan transfer data aplikasi internet. Komunikasi data pada GSM dijalin melalui mekanisme circuit-switched connection, maksudnya adalah hubungan diawali dengan dial dan diakhiri dengan pemutusan hubungan. Jika pengguna ingin mengakses data lagi , mereka harus melakukan dial ulang. Hal ini menjadi keterbatasan GSM, pengguna selalu dibebani biaya koneksi selama membuka akses data. Solusinya dibutuhkan sebuah teknologi paket data untuk GSM menggunakan packet-swithed connection.
            Pada awal tahun 2000 muncul teknologi bernama High Speed Circuit Switched Data ( HSCSD ). Teknologi ini mempunyai mekanisme transfer data circuit-switched mirip deengan GSM, bedanya HSCSD memiliki kelebihan yaitu mampu menggunakan lebih dari satu timeslot dari 8 timeslot pada paket data GSM untuk satu kali koneksi saja, sedangkan GSN hanya dapat menggunakan satu timeslot untuk satu koneksi. Kemampuan ini menjadikan HSCSD dapat mencapai kecepatan transfer data hingga 57,6 kbps (kilo byte per second).
            Paket data GSM diperkenalkan pertama kali dengan diluncurkannya General Packet Radio Service (GPRS). GPRS merupakan teknologi overlay yang disisipkan diatas jaringan GSM untuk menangani komunikasi data jaringan. Dengan kata lain dengan menggunakan handset GPRS, komunikasi data tetap berlangsung diatas jaringan GSM. Pengembangan teknologi GPRS diatas GSM dilakukan secara efektiftanpa menghilangkan infrastruktur lama, hanya melakukan penambahan beberapa hadrwere dan up-grade software baru pada stasiun dan server GSM. Kcepatan transfer data GPRS dapat mencapai hingga 160kbps. Teknologi GPRS memiliki 3 fitur keunggulan, antara lain sebagai berikut:
  1. selalu online, GPRS dapat menghilangkan mekanisme dial pada sa’at mengakses data, sehingga GPRS selalu online karena transfer data dikirim berupa paket dan tidak bergantung pada waktu koneksi.
  2. Dapat di up-grade pada jaringan lainnya (GSM dan TDMA), Adopsi dari system GPRS tidak perlu menghilangkan system lama karena GPRS dijalankan diatas infrastruktur yang telah ada.
  3. Merupakan integrasi bagian EDGE and WCDMA, GPRS merupakan inti dari mekanisme pengiriman paket data pada teknologi 3G, EDGE dan WCDMA merupakan langkah selanjutnya dari migrasi GSM setelah diterapkanya GPRS.



EDGE merupakan evolusi GSM yang paling efisien menuju ke Generasi ketiga.
EDGE tidak perlu mengubah dan mengganti infrastruktur lama karena EDGE tetap menggunakanmekanisme transfer data GSM/GPRS. EDGE dikonsentrasikan pada pengembangan kapasitas  dan efisiensi transfer data dengan memperkenalkan skema coding pada data yang dapat menyebabkan setiap timeslot data mentransfer data lebih banyak dan menghasilkan kecepatan transfer data yang meningkat pula secara signifikan (hingga 384kbps)
WCDMA atau wideband code division multiple access (di eropa disebut UMTS, Universal Mobile Telecommunications System) merupakan system yang memiliki interface radio yang berbeda dengan GSM atau GPRS. WCDMA berbasis pada teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) dengan menggunakan kode pemisahan dalam satu paket data. Walaupun berbeda dengan system GSM atau GPRS , handset WCDMA masih dapat digunakan pada area GSM atau GPRS. Hal ini bertujuan menghindari pembangunan infrastruktur yang baru dan memakan biaya. Untuk itu investasi WCDMA tetap dapat mengakses salah satu jaringan GSM, GPRS, maupun EDGE sebagai jaringan pendukung utama untuk menjangkau area pedesa’an dan pedalaman. Teknologi CDMA dapat memperbesar efisiensi dan kapasitas kanal untuk menampung banyaknya pengguna yang dapat mengakibatkan peningkatan kecepatan transfer data hingga 400kbps